Pendidikan Yang Baru

Pendidikan Yang Baru


Pendidikan Yang Baru

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semua nya, kembali lagi dengan saya si penulis artikel yang merupakan manusia biasa. Nah, dikesempatan kali ini saya akan memberikan sebuah artikel kepada kaliam, yang berjudul “ Pendidikan Yang Baru “ . Mungkin artikel ini bukan artikel yang super duper atau artikel yang bagus, tapi artikel ini saya tulis dengan tujuan bisa memberikan informasi yang bermanfaat kepada kalian, si pembaca artikel ini. Selamat membaca.
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang apa pendidikan, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu pendidikan supaya kita bisa lebih memahami nya. Karena tak kenal maka tak sayang. Yuk langsung disimak saja.
Saya beritahu kepada kalian semua apa itu pendidikan, kita mulai arti pendidikan dari Undang – Undang, setelah dari Undang – Undang setelah itu kita bahas menurut para ahli yang ada.
Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Seperti itu arti sebuah pendidikan menurut Undang – Undang No 20 Tahun 2003, setelah itu kita bahas menurut para ahli yang ada yang pernah membahas tentang pendidikan.
  1. Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) : 
Adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi – tingginya.
  1. Menurut Carter. V.Good
Bahwa pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku bermasyarakat. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang terorganisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga dapat mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial.
  1. Menurut H. Fuad Ihsan (2005: 1)
Menjelaskan bahwa dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai “Usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada didalam masyarakat dan kebudayaan”. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma tersebut serta mewariskan kepada generasi berikutnya untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan sebagai usaha manusia untuk melestarikan hidupnya.
  1. Menurut Jhon Dewey (2003: 69)
Menjelaskan bahwa “Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia”. 
  1. Menurut J.J. Rousseau (2003: 69) 
Menjelaskan bahawa “Pendidikan merupakan memberikan kita pembekalan yang tidak ada pada masa kanakkanak, akan tetapi kita membutuhkanya pada masa dewasa”.
  1. Menurut Oemar Hamalik (2001: 79)
Menjelaskan bahwa “Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungan dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara kuat dalam kehidupan masyarakat”.
  1. Menurut Redja Mudyahardjo (dalam Sulistiawan, 2008: 18) 
Pengertian pendidikan dapat dibagi menjadi tiga, yakni secara sempit, luas dan alternatif. Definisi pendidikan secara luas adalah mengartikan pendidikan sebagai hidup. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan dan sepanjang hidup (long life education). Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Secara simplistik pendidikan didefinisikan sebagai sekolah, yakni pengajaran yang dilaksanakan atau diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubunganhubungan dan tugas sosial mereka.
Dan dari semua pendapat yang ada, dan pada akhirnya pendidikan merupakan bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaanya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk memberikan bimbingan atau pertolongan dalam mengembangkan potensi jasmani dan rohani yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak untuk mencapai kedewasaanya serta mencapai tujuan agar anak mampu melaksanakan tugas hidupnya secara mandiri.
Pengertian di atas mengindikasikan betapa peranan pendidikan sangat besar dalam mewujudkan manusia yang utuh dan mandiri serta menjadi manusia yang mulia dan bermanfaat bagi lingkungannya. Dengan pendidikan, manusia akan paham bahwa dirinya itu sebagai makhluk yang dikaruniai kelebihan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Bagi negarapendidikan memberi kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan konstitusi serta membangun watak bangsa ( nation character building ) .
Secara alternatif pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang berlangsung di sekolah dan luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan secara tepat di masa yang akan datang.
Pasti semua pendidikan selalu berhubungan dengan sekolah, apa itu sekolah ? Apakah kalian semua sudah tau apa itu sekolah ? Oke sekarang saya akan bahas apa itu sekolah. Simak baik – baik ya.
Sekolah adalah institusi sosial yang didirikan oleh masyarakat untuk melaksanakan tugastugas pendidikan kepada generasi muda. Dalam konteks ini pendidikan dimaknai sebagai proses untuk memanusiakan manusia untuk menuju kepada kemanusiaannya yang berupa pendewasaan diri. Melalui pendidikan disemaikan pola pikir, nilai – nilai, dan norma – norma masyarakat dan selanjutnya ditransformasikan dari generasi ke generasi untuk menjamin keberlangsungan hidup sebuah masyarakat.
Dalam konteks sekolah sebagai lembaga yang melaksanakan transformasi nilainilai budaya masyarakat, terdapat tiga pandangan untuk menyoal hubungan antara sekolah dengan masyarakat, yakni perenialisme, esensialisme dan progresivisme. Pandangan perenialisme, sekolah bertugas untuk mentransformasikan seluruh nilai-nilai yang ada dalam masyarakat kepada setiap peserta didik, agar peserta didik tidak kehilangan jati diri dan konteks sosialnya. Esensialisme melihat tugas sekolah adalah menyeleksi nilai – nilai sosial yang pantas dan berguna untuk ditransformasikan pada peserta didik sebagai persiapan bagi perannya di masa depan. Peran sekolah yang lebih maju ada pada progresivisme yang menempatkan sekolah sebagai agen perubahan (agent of change) yang tugasnya adalah mengenalkan nilai-nilai baru kepada peserta didik yang akan mengantarkan peran mereka di masa depan.
Setelah mengetahui apa itu pendidikan, kita akan bahas tujuan sebenarnya dari pendidikan itu apa. Oke simak baik – baik ya.
Tujuan Pendidikan :
  1. Berdasarkan UU No. 2 Tahun 1985
Yang berbunyi bahwa tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsadan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan bangsa.
  1. Berdasarkan MPRS No. 2 Tahun 1960
Bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk pancasilais sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 945.
  1. Tujuan Pendidikan Nasional dalam UUD 1945 (versi Amandemen) 
1) Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.” 
2) Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”
  1. Berdasarkan UU. No.20 Tahun 2003
Mengenai Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 3, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
  1. Tujuan Pendidikan Menurut Unesco 
Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali melalui peningkatan mutu pendidikan. Berangkat dari pemikiran itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni: 
(1) learning to Know, 
(2) learning to do 
(3) learning to be, dan 
(4) learning to live together.
Dimana keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan – tujuan IQ, EQ dan SQ.

Setelah kita memahami arti dari pendidikan dan tujuan pendidikan, setelah itu saya akan bahas mengenai fungsi dari pendidikan. Simak baik baik ya.
Menurut Horton dan Hunt, beberapa fungsi dari lembaga pendidikan adalah sebagai berikut:
  • Menanamkan keterampilan di mana dibutuhkan dalam keikutsertaan dalam demokrasi
  • Membantu upaya pelestarian budaya dan kebudayaan yang ada di dalam masyarakat
  • Membangun mengembangkan minat serta bakat seseorang demi mendapatkan kepuasan pribadi dan juga kepentingan masyarakat umum
  • Mempersiapkan setiap anggota masyarakat agar bisa mendapatkan nafkah sendiri dengan lebih mudah.
Sedangkan menurut David Popenoe, fungsi umum dari pendidikan adalah sebagai berikut :
  • Menjadi sumber inovasi untuk urusan sosial yang ada di masyarakat
  • Mengajarkan corak kepribadian yang ada pada masyarakat Indonesia
  • Memastikan adanya dan terjadinya integrasi sosial yang ada di masyarakat
  • Memilih dan juga mendidik manusia tentang sebuah peranan sosial
  • Melakukan transfer atau pemindahan kebudayaan dari satu generasi menuju ke generasi berikutnya secara berkesinambungan.
Jadi setelah itu saya akan bahas mengenai jenis – jenis apa saja sih pendidikan itu, simak baik juga ya semuanya.
Jenis – Jenis Pendidikan :
Dalam praktiknya, ada cukup banyak jenis pendidikan yang ada di Indonesia. Secara khusus, jenis pendidikan tersebut dibedakan menjadi tiga, yakni pendidikan formal, pendidikan non-formal dan pendidikan informal.
Pendidikan formal adalah jenis pendidikan yang terstruktur dan memiliki jenjang. Jenjang dalam pendidikan formal ini dimulai dari pendidikan anak usia dini ( PAUD ), pendidikan dasar ( SD ), pendidikan menengah ( SMP ), pendidikan atas (SMA) dan- pendidikan tinggi ( Universitas ).
Sedangkan pendidikan non-formal adalah jalur pendidikan yang ada di luar pendidikan formal di mana bisa dilakukan secara terstruktur dan berjenjang. Jenis pendidikan ini akan bisa disetarakan dengan program pendidikan formal melalui penilaian pihak yang memiliki kewenangan.
Lantas, pendidikan informal adalah jenis pendidikan yang berasal dari keluarga dan juga lingkungan. Dalam hal ini, peserta didik akan dapat belajar secara mandiri.
Oke itu sekian pembahasan saya mengenai pendidikan itu apa, mulai dari pengertian nya atau artinya, tujuannya, dan jenisnya serta fungsi dari pendidikan itu sendiri.
Mohon maaf apabila ada kesalahan dari penulisan artikel yang saya buat. Mohon maaf semuanya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Pendidikan Yang Baru"

Post a Comment

Silakan berkomentar di mukhlas.com Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu oleh admin. Komentar yang melanggar peraturan tidak akan dipublikasikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel