Z02PfDpnx2HkCEY1vO3bQ7NbKomaBV7tYzdpNk5s

mukhlas

mukhlas.com selalu update Info-info seputar kesehatan, tutorial,bisnis,pendidikan,Blogging,yang bermanfaat untuk semua orang.

Report Abuse

About Me

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Asal SEO

Asal SEO

Cari Blog Ini

Featured

[Featured][recentbylabel]

Archive

Featured

[Featured][recentbylabel]

Asal SEO

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Recent Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan 300x250 (Ads)

Kebodohan Adalah Sesuatu Yang Harus Disesali

Kebodohan Adalah Sesuatu Yang Harus Disesali


Kebodohan Adalah Sesuatu Yang Harus Disesali

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semua nya, kembali lagi dengan saya si penulis artikel yang merupakan manusia biasa. Nah, dikesempatan kali ini saya akan memberikan sebuah artikel kepada kaliam, yang berjudul “ Kebodohan Adalah Sesuatu Yang Harus Disesali “ . Kenapa harus disesali ? Semua jawaban itu akan kalian temukan di artikel ini, jadi so stay tune untuk membaca artikel.ini sampai habis. Selamat membaca.
Kita bersepakat bahwa kebodohan adalah musuh bagi kemanusiaan yang harus diperangi.

Karena manusia bisa diangkat derajatnya begitu tinggi oleh Allah semata-mata karena manusia diberikan akal untuk berfikir dan belajar sehingga ia bisa keluar dari gelapnya kebodohan.
Namun kita mungkin keliru mengartikan kebodohan yang hakiki dengan memahaminya sebagai ketidakmampuan membaca dan menulis, atau miskin wawasan, karena dalam islam ada pengertian tersendiri tentang makna kebodohan yang hakiki.
Kebodohan hakiki seorang manusia menurut islam bukanlah ketika ia tidak bisa membaca dan menulis atau kurang cepat menghafal dan mudah lupa. Karena hal itu bukanlah inti dari kebodohan. Sebab mungkin saja orang yang tidak bisa membaca atau menulis bukan karena ia bodoh tapi karena tidak punya kesempatan untuk belajar dan bersekolah atau tidak punya biaya. Tapi kebodohan yang hakiki menurut islam ialah ketika seseorang enggan menerima kebenaran islam yang sudah diketahuinya.
Adalah Amr bin Hisyam, tokoh terkemuka suku Quraisy yang dikenal dengan Abu Jahal bisa dijadikan contoh dalam hal ini. Abu Jahal sendiri adalah julukan yang berarti biangnya kebodohan. Dari julukannya itu, kita memahami bahwa seakan tidak ada orang yang paling bodoh di bumi ini melebihi Abu Jahal. Padahal secara kognitif, beliau bukanlah orang bodoh dan terbelakang.
Ia bukan jg seorang yang miskin wawasan. Dia pemuda cerdas yang benasab tinggi yang berasal dari suku terkemuka Bani Makhzum. Kaumnya bahkan memberi kuniyah Abu Al-Hakam (Seorang yang jitu pemikiran dan keputusannya). Dalam perkumpulan bersama kaumnya, pendapat dan arahannya sering kali dijadikan pertimbangan dan rujukan. Bahkan karena saking hebatnya, kecerdasan usulannya pun mendapatkan pengakuan dari iblis
Sebelum kita bahas itu apa itu kebodohan dan yang lain nya, kita harus bahas dulu arti dari sebuah Kebodohan dan yang lainnya. Yuk disimak.
Kepandaian adalah kelicikan yang menyamar. Kebodohan adalah kebaikan yang bernasib buruk. Begitu ujar Emha Ainun Nadjib di bukunya Opini Plesetan.
Masyarakat kita cenderung senang memaki. Jika memaki, kata-kata yang paling sering muncul adalah kata bodoh, dungu, dan segala turunannya. Begitu mudahnya kata ini, yang hanya terdiri dari 5 hurup, b-o-d-o-h, maka sering meluncur dari mulut atau tulisan status dan komentar di media sosial.
Kata ini sebenarnya, kata yang netral dan bebas, merujuk pada kondisi seseorang atau objek yang dinilai. Dia tidak dimaksudkan untuk memaki, hanya sekedar untuk menunjukkan situasi dan kondisi objeknya.
Tetapi dalam penggunaannya, diksi “bodoh” dan sejenisnya digunakan untuk memaki, menyerang, menghina dan bahkan merendahkan orang lain. Padahal sejatinya, mereka yang mengatakan bodoh kepada orang lain, tidak lain tengah memperlihatkan keadaan bodoh pada diri sendiri. Jadi jangan bangga dulu ketika bisa memaki orang lain bodoh, karena itu tidak lain adalah bodoh yang melekat dengan given di dalam diri sendiri.
Mengapa demikian, bodoh dan kebodohan adalah kata berupa barang gratisan yang didapat “diemper jalan” dengan mudah. Dengan demikian, bodoh bisa menghinggapi siapa saja, dalam situasi dan kondisi tertentu yang dialami oleh seseorang.
Nah, pasti kalian bingung kan mengenai apa itu pengetahuan, ilmu, dan kebodohan. Oleh karena itu, saya akan bahas. Simak baik – baik.
Kita mulai dari Pengetahuan dulu ya guys.
Pengetahuan berasal dari kata “tahu”. Dalam bukunya, Tahu dan Pengetahuan, Poerwadarminta menjelaskan, bahwa tahu adalah kondisi mental mengenai mengetahui. Pengetahuan mengandung arti sebagai segala sesuatu yang diketahui.
Untuk memiliki pengetahuan, kita tidak perlu mengikuti prosedur tertentu. Misalnya, Ani mengetahui bahwa sekolah SMPN 95 terletak di jalan Gorontalo. Ani mengetahui jalan menuju ke sana dengan jalan tertentu. Tetapi jika Ani menggunakan jalan yang lain juga bisa dan sampai di SMP kita itu. Itulah pengetahuan.
Setelah dari pengetahuan, kita bahas juga apa itu ilmu guys, simak baik – baik ya.
Sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang khusus. Pengertian khusus mengandung arti dalam cara memperolehnya. Disebut ilmu, dalam kategori efistemologi keilmuan, karena ia memiliki metodologi keilmuan dan memperoleh ilmu hanya bisa dilakukan dengan cara tententu mengikuti alur kerangka kerja dan berpikir keilmuan.
Dengan demikian, sekali lagi ilmu adalah pengetahuan yang khusus,

cara memperolehnya juga dengan cara yang khusus. Sedangkan pengetahuan adalah segala yang kita ketahui dan memperolehnya tidak terikat dengan cara tertentu.
Oke itu lah kira – kira arti dari pengetahuan dan ilmu, sekarang kita akan bahas apa itu kebodohan ? Apasih kebodohan ? Oke disimak ya semuanya.
Lalu bagaimana dengan kebodohan. Dalam filsafat ilmu, Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu Suatu Pengantar, sambil mengutip para filsuf mengatakan bahwa, manusia dengan pengetahuannya dikelompokkan ke dalam empat kategori.
Pertama, manusia yang mengetahui bahwa ia mengetahui. Ini adalah manusia yang pintar. Ia mengetahui tentang sesuatu yang ia ketahui. Sehingga ia selalu berbicara tentang apa yang diketahuinya. Ia menghindari berbicara tentang apa yang tidak diketahuinya. Sederhana sekali yang disebut pintar itu.
Kedua, manusia yang mengetahui bahwa ia tidak mengetahui. Ini manusia bijaksana. Pengetahuannya bahwa ia tidak mengetahui menjadikan ia bijaksana dan berhati hati. Ia menjadi tidak sok tahu dan bahkan jauh dari sikap semacam itu.
Ketiga, manusia yang tidak mengetahui bahwa ia mengetahui. Inilah orang yang (maaf) bodoh. Dia sesungguhnya mengetahui, tetapi dia tidak mengetahui tentang apa yang diketahui. Maka pengetahuan yang dimilikinya tidak berfungsi karena tidak bisa dimanfaatkan olehnya.
Keempat, manusia yang tidak tahu bahwa ia tidak mengetahui. Inilah sesungguhnya manusia yang celaka. Ia tidak mengetahui tentang apa yang tidak ia ketahui, sehingga ia menjadi dan merasa mengetahui atau sok tahu. Manusia demikian biasanya hanya ditertawakan dalam kehidupan. Orang cenderung mengalah dan menghindarinya.
Maka, bisa disimpulkan bodoh dan kebodohan itu adalah kondisi mental tentang pengetahuan pada diri seseorang. Orang yang tidak memiliki pengetahuan belum tentu bodoh jika ia mengetahui bahwa ia tidak mengetahui. Mereka yang (merasa) pintar akan terlihat bodoh ketika menghakimi orang lain sebagai bodoh.
Kebodohan adalah penyakit individu dalam masyarakat. Dalam skala yang luas, jika masyarakat bisa menjadi bodoh, ketika masyarakat mengalami anomali dalam berpikir, maka kebodohan dapat berkembang pada masyarakat.
Apa memang ada, sebuah kebodohan yang tidak bisa diobati ? Menurut agama Islam ternyata ADA. Penasaran ? Yuk disimak ya.
Dalam kitab Ayyuhal Walad, Imam al-Ghazali mengatakan bahwa ada empat macam jenis kebodohan, satu di antaranya bisa diobati sedangkan tiga yang terakhir tidak akan bisa terobati. Tiga kebodohan yang tidak bisa diobati tersebut di antaranya adalah
  1. Pertama, orang yang bertanya karena dengki dan benci. Ketika pertanyaan orang tersebut engkau jawab dengan jawaban yang baik, fasih dan jelas justru semakin menambah kebencian, permusuhan dan kedengkiannya kepadamu. Maka cara terbaik untuk menghadapinya adalah sebaiknya engkau berpaling darinya dan tidak usah merepotkan dirimu dengan menjawab pertanyaannya.
Sebagaimana ucapan sang penyair yang berkata
كل العداوۃ قد ترجي ازالتها الا ازالۃ من عادك اعن حسد
“Sesungguhnya setiap permusuhan bisa diharapkan hilangnya, kecuali permusuhannya orang yang memusuhimu karena dengki”
Sebaiknya hindarilah sikap hasud atau dengki sebab dengki dalam setiap ucapan dan perbuatan bisa membakar semua ladang amal seseorang, sebagaimana sabda Rasul
الحسد ياكل الحسنات كما تاكل النار الخطب
“Hasud itu dapat memakan amal kebaikan seperti api melahap atau membakar kayu kering” .
  1. Kedua, jika penyakit bodohnya berupa hamaqah atau kedunguan, maka juga tidak bisa diobati. Sebagaimana ucapan Nabi Isa:
انما عجزت عن احياء الموتي وقد عجزت عن معالجۃ الحمق
“Sesungguhnya bukannya aku tidak mampu menghidupkan orang yang mati, tetapi aku tidak mampu mengobati orang yang dungu”
Menurut Imam al-Ghazali, penyakit dungu yaitu seorang laki-laki yang baru belajar ilmu akal atau ilmu syariat lalu bertanya kepada orang yang alim yang telah menghabiskan umurnya dalam waktu lama mempelajari ilmu-ilmu akal dan syariat. Orang dungu tersebut tidak tahu dan menyangka bahwa permasalahan yang musykil baginya juga musykil bagi orang alim yang agung.
Ketika dia tidak mengetahui tingkatannya dan bertanya untuk menguji karena kedunguannya, maka sebaiknya tidak usah merepotkan dirimu untuk menjawab pertanyaan orang itu.
  1. Ketiga, seseorang yang bertanya untuk meminta petunjuk. Namun setiap ada ucapan orang alim yang tidak bisa dipahaminya, ia merasa itu karena sempitnya pemahaman sang alim. Orang seperti ini biasanya adalah orang bodoh yang sombong maka tidak perlu menjawabnya.
Atau jika tidak,  dia memang bertanya untuk memberikan faedah kepada dirinya namun karena dirinya seseorang yang bodoh maka dia tidak mampu memahami hakikat suatu masalah. Sebaiknya engkau tidak perlu merepotkan dirimu untuk menjawab orang tersebut, atau jawablah sesuai kemampuan akal mereka. Sebagaimana sabda Nabi
نحن معاشر الانبياءامرنا ان نكلم الناس بقدر عقولهم
“Kita golongan para Nabi diperintahkan berbicara kepada manusia dengan sesuai kemampuan akal mereka”
Karena itu terkadang jawaban Nabi terhadap pertanyaan yang diajukan para sahabatnya berbeda-beda meskipun pertanyaannya sama.
Sementara itu menurut Imam al-Ghazali, penyakit bodoh yang bisa diobati adalah seseorang yang bertanya untuk mencari petunjuk serta memiliki akal yang mampu untuk memahami serta hatinya tidak terkalahkan oleh sifat dengki, marah, dan hawa nafsu.
Serta pertanyaanya bukan pula karena dengki, mempersulit dan mencoba kepintaran seseorang seperti pada poin kedua. Maka orang seperti ini bisa diobati kebodohannya, boleh bagimu menjawab pertanyaan orang tersebut bahkan hukumnya wajib.
Oke itu lah sekian pembahasan saya mengenai apa itu kebodohan, supaya kalian bisa memahami mengapa kebodohan itu sangat penting untuk di sesali, semoga bermanfaat ya semua nya.
Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan, mohon dimaafkan. Semoga bermanfaat untuk kalian semua, dan mohon untuk direnungkan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post (Middle Ads)

Popular