Jangan Bandingkan Sang Anak

Jangan Bandingkan Sang Anak.


Jangan Bandingkan Sang Anak.Anak merupakan anugerah terindah dari Tuhan untuk kita,

Anak tercipta dari tercipta dari seorang pasangan suami istri yang sah. Ada juga sang anak lahir dari hubungan gelap antara wanita dan pria yang berhubungan gelap, hubungan yang tidak direstui, hubungan yang terlarang. Terlepas dari sang anak lahir dari hubungan wanita dengan pria yang sah maupun sang anak yang terlahir dari hubungan yang tidak sah antara pria dengan wanita. Sang anak adalah tetaplah anugerah terindah yang pernah diberikan oleh Tuhan untuk kita para manusia. Tidak pernah ada istilah bahwa sang anak merupakan anak sah ataupun anak haram. Anaklah tetaplah anak, tidak ada anak yang haram.
Terlepas dari sifatnya, banyak sifat sang anak yang bermacam – macam, mulai dari sifat yang baik, jahat, dengki, iri, dan masih banyak lagi yang lain nya. Sebenarnya semua anak itu sifat nya baik, dan tidak ada yang jahat sama sekali. Semua sifat anak yang ada itu tergantung sifat lingkungan sang anak saat dibesarkan oleh kedua orang tua nya. Entah apa sang anak dibesarkan dengan lingkungan yang di sekitar nya baik? Buruk ? Dan terlepas dari sifat dari sang anak, ada juga sikap dari banyak anak yang ada, apakah sang anak termasuk anak yang disiplin ? Apakah sang anak termasuk anak yang pemalas ? Apakah sang anak termasuk anak yang pembangkang ? Apakah sang anak termasuk anak yang pemberani ? Apakah sang anak termasuk anak yang peduli akan lingkungan yang ada di sekitar nya atau tidak ?
Itu semua tergantung bagaimana peran orang tua yang mempunyai anak mendidik sang anak nya, apakah orang tua mendidik nya dengan cara yang benar ? Apakah orang tua mendidik dengan cara yang salah ? Apakah orang tua asal mendidik sang anak ? Sekedar yang penting sang anak besar dengan cara yang benar, sekedar sang anak kebutuhan nya tercukupi atau tidak, sekedar sang anak diberikan uang jajan agar sang anak diam dan  ia menjadi tak rewel.
Orang tua seharusnya mendidik sang anak nya tidak hanya sekedar mendidik sang anak, dengan kebutuhan tercukupi lah, dengan uang jajan nya terpenuhi lah atau dengan apalah pokok nya. Tapi sang anak harus dibesarkan dan dididik di lingkungan yang benar, di lingkungan yang bersih, dan dibesarkan dengan kasih sayang dari orang tua nya, dibesarkan dengan kasih sayang dari orang tercinta nya, dibesarkan dengan kasih sayang orang yang melahirkan nya.
Jika sang anak sudah besar, jangan sekali kita membanding – bandingkan anak kita dengan anak orang yang lain yang sudah jelas – jelas berbeda dengan sifat anak kita dengan anak yang lain. Dan oleh karena itu, kita sudah harus tau bahwa setiap anak memiliki kemampuan ataupun bakat yang berbeda-beda. Kita jangan marah kepada sang anak hanya karena seorang anak tidak bisa melakukan kegiatan yang dilakukan oleh anak lain di seusianya, para orang tua jangan terburu-buru menghakimi sang anak yang tidak bisa melakukan kegiatan tersebut. Dan jangan pula para orang tua membanding-bandingkan sang anak, karena ketika hidupnya penuh dengan kalimat 'si A saja sudah bisa begini, kok kamu nggak bisa' pasti akan membuat sang anak menjadi tertekan.
Kita tidak boleh membandingkan sang anak kepada orang lain, jangankan dengan temannya, adik dan kakak saja punya sifat dan kemampuan berbeda. Menurut saya, karena itu tidak bijak rasanya jika para orang tua menuntut sang anak nya untuk menjadi 'sempurna' di mata para orang tua nya dengan memiliki kemampuan yang sama dan bahkan mungkin harus lebih hebat ketimbang dari anak-anak yang lain di usianya.

Orang tua sebaiknya selalu mengatakan hal-hal yang baik kepada anaknya.

Namun terkadang, ketika orang tua melihat anaknya yang tidak sepintar atau seberbakat anak – anak lainnya, mereka cenderung membandingkan nya dengan yang lain.Dampak yang akan ditimbulkan nya dari efek yang selalu membanding-bandingkan sang anak itu akan terlihat dalam jangka panjang. Sang anak akan terus tumbuh tidak dengan melihat kemampuan nya pada diri nya sendiri. Sang anak akan merasa dirinya lebih buruk dan buruk ketimbang dengan anak lainnya atau anak yang berada di lingkungan nya. Akibatnya dia tidak akan punya rasa percaya diri yang sangat tinggi di dalam dirinya.
Ketika sang anak kemudian yang akhirnya dipaksa untuk bisa melakukan kemampuan yang belum ia kuasai sama sekali, maka yang  akan tercipta adalah lingkungan yang penuh tekanan sehingga sang anak menjadi stres. Yang sebaiknya dilakukan oleh para orang tua adalah mengarahkan, dan bukan memaksa sang anak untuk menjadi seorang master yang bisa melakukan kegiatan apa saja.
Membandingkan seseorang dengan yang orang yang lainnya, rupanya, sudah menjadi budaya yang sering dijalani di masyarakat. Prestasi, kekayaan, penampilan, fisik, serta kepandaian sang anak merupakan hal – hal yang menjadi akar dalam segala kompetisi, termasuk bagi anak – anak. Ketika melihat anak orang lain punya sesuatu yang dapat dibanggakan, orang tua merasa perlu membuat anaknya menjadi sosok yang juga bisa dibanggakan oleh dirinya.
Hampir di Indonesia bahkan di dunia ada beberapa orang tua yang suka membandingkan anak nya dengan teman – temannya, para orang tua membandingkan sang anak dalam segi akademik nya. Padahal setiap anak itu memiliki kepintaran yang berbeda - beda. Orang tua selalu menuntut apapun kepada anaknya yang membuat sang anak menjadi stress dan perbandingan anak pun menjadi muncul.
Membandingkan anak merupakan kebudayaan yang biasa terjadi di Indonesia, para orang tua akan berdalih jika membandingkan adalah alasan untuk anaknya semakin bersemangat dalam melakukan suatu kegiatan akan tetapi nyatanya, para orang tua akan membuat sang anak semakin tidak percaya diri dan menjadi putus asa.
Meskipun bukan penyebab tunggal, para orang tua kerap membandingkan anak yang satu dengan anak yang lainnya memang bisa berdampak terhadap perkembangan mental seorang anak.
Membandingkan anak akan menyebabkan dampak negatif yang di alaminya :
  1. Anak akan menjadi stress.
  2. Anak – anak akan menjadi kurang percaya diri pada diri nya sendiri.
  3. Anak – Anak  menganggap dirinya adalah orang yang bodoh.
  4. Anak – Anak akan menjadi orang yang sulit bergaul dan tertutup.
Mungkin pada orang tua bermaksud baik dengan membandingkan sang anak, agar dia lebih kompetitif sehingga lebih terpacu untuk berprestasi di luar sana. Namun, ternyata anggapan ini sangatlah salah. Sang anak justru akan merasakan berbagai emosi negatif bila orang tua nya terus – terusan membandingkan sang anak nya dengan anak orang lain.

Kadang perasaan iri dan panik muncul saat para orang tua melihat anak orang lain

sudah bisa berbagai aktivitas tertentu sementara sang anak belum bisa melakukan nya. Kecenderungan - kecenderungan para orang tua membanding – bandingkan sang anak nya ini biasanya muncul pada saat kumpul bersama keluarga atau teman yang memiliki anak sebaya dengan anaknya. Mngkin jika dilakukan dalam hal sekedarnya mungkin tidak akan menjadi masalah. Hal ini yang akan menjadi masalah ketika perasaan panik dan iri jadi berlarut-larut. Kepercayaan diri sang anak bisa tergerus bila dalam perbandingan orang tua hanya melihat kekurangan dari diri sang anak. Contohnya adalah orang tua mencontohkan prestasi belajar. Misalnya, ada seorang anak yang mempunyai kemampuan akademis yang tidak maksimal. Orang tua tidak semestinya mengecap anak tersebut tidak mampu dalam bidang akademik dan malah orang tua membandingkannya dengan anak orang lain yang lebih pandai dari anaknya sendiri.
Label "tidak mampu" yang diberikan dari perbandingan yang dilakukan orang tua nya akan membuat sang anak merasa dinomorduakan dan membuat sang anak merasa minder pada dirinya sendiri. Setiap anak punya kemampuan yang berbeda – beda. Seharusnya para orang tidak bisa melihat hanya dari hasil akhir yang didapatkan anaknya di sekolah, yakni nilai atau prestasi di sekolah nya.
Selain kepercayaan diri pada sang anak menjadi berkurang, sang anak justru cenderung tidak menikmati prosesnya dalam meraih prestasi. Dalam proses mencapai targetnya, sang anak bakal dibayang – bayangi ketakutan kalau dirinya tidak bisa seperti orang lain. Yang berakibat, sang anak menjadi sangat tertekan dalam proses apa pun, termasuk dalam hal belajar. Jika sang anak gagal, sang anakpun akan stres lantaran merasa dirinya tidak mampu dalam memenuhi harapan orang tua nya.
Lingkungan dan budaya lah yang juga melahirkan kebiasaan dalam hal membanding - bandingkan. Perbandingan juga bisa berdampak pada konsep diri sang anak. Konsep diri itu bisa terbentuk dari gabungan dua hal, yaitu self image ( gambaran diri ) dan ideal image ( gambaran ideal yang diharapkan lingkungan atau budaya ). Biasanya yang menjadi pembanding yang digunakan oleh orang tua nya adalah sosok yang memiliki ideal image.

Padahal Allah SWT.

menciptakan setiap manusia itu berbeda-beda dan Allah pun memberikan kekurangan serta kelebihan pada setiap makhluk yang diciptakan-Nya. Akal, pikiran, fisik, dan semuanya telah Allah berikan dalam porsi masing – masing setiap manusia yang diciptakan nya.Adapun perbedaan yaitu keutamaan dan posisi di sisi Allah, maka tidak dihalalkan seorang pun berani mengatakan hal itu. Karena hal itu termasuk perkara yang gaib yang Allah tidak perlihatkan kepada orang yang diberi keutamaan.

Hati-hati untuk para orang tua yang suka membanding – bandingkan anak-anaknya,

Baik dalam membandingkan dengan anak saudara sendiri, maupun dengan anak orang lain. Jika sang anak sering dibanding – dibandingkan, sang anak bisa menjadi pribadi yang ragu-ragu dalam dirinya dan sebaliknya, sang anak yang jadi bahan pembandingan, sang anak akan selalu merasa dirinya sempurna hingga sering salah arah.
Sebagai orang tua yang baik dan sebagai orang muslim dan beriman kita tidak boleh membanding – bandingkan anak – anak kita dan membanding – bandingkan orang – orang yang berada disekitar kita. Membanding – bandingkan orang hanyalah membuang-buang waktu kita dan itu sangat merugi, karena akan menimbulkan dampak fatal yang negatif. Orang tua harusnya dapat memotivasi sang anak dengan tidak membanding – bandingkan dengan anak yang lainnya, karena setiap anak itu memiliki kemampuan yang berbeda – beda dalam dirinya. Setiap anak pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hidupnya

0 Response to "Jangan Bandingkan Sang Anak"

Post a Comment

Silakan berkomentar di kesehatanp1.blogspot.com Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu oleh admin. Komentar yang melanggar peraturan tidak akan dipublikasikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel