Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekolah Yang Melelahkan

Sekolah Yang Melelahkan

Sekolah Yang Melelahkan
Belajar = Beban | Main = HiburanSelama ini kita terjebak dengan pola pikir bahwa main itu adalah beban, sedangkan main itu adalah hiburan. Tapi pernah gak sih terpikir sama kalian kalo aja kita bisa nikmatin proses belajar saya juga seperti saya menikmati main, pasti hidup saya kerasa lebih enteng dan menyenangkan bukan ? !

SMA atau yang lebih dikenal sebagai Sekolah persiapan menuju kedewasaan. banyak orang mengatakan masa SMA itu adalah masa-masa yang paling indah. Belajar itu adalah seperti beban hidup seorang pelajar. Seolah-olah ia hidup itu adalah untuk membaca buku yang cetak, mencatat pembahasan guru yang ada di kelas, terus bikin ringkasan, lalu hafalin rumus, abis itu bikin tugas, dan yang terakhir kerjain ujian dengan optimal. Yeuhhh cape banget lah !

Siapa sih diantara kalian yang tidak merasakan lelahnya dalam belajar ? Lelahnya dalam bersekolah sehari hari ? Lelahnya perjalanan kita dalam menuntut ilmu ? Pasti semua bisa merasakan nya, saya yakin akan hal itu. Karena sejujurnya saya pun juga bisa merasakan penatnya dalam belajar dalam kehidupan sehari – hari. Tapi jika tidak ingin merasakan penatnya atau lelahnya dalam hal belajar, kita bisa menjalankan semua itu. Percayalah. Mau tau bagaimana cara mengatasi penatnya belajar ? Yaitu dengan kesabaran.
Semua orang pasti merasakan penatnya dalam belajar, mau dari yang anak kecil, remaja, dewasa maupun yang sudah lanjut usia. Pasti mereka semua pernah merasakan penatnya dalam belajar. Karena itu merupakan sifat alamiah atau sifat dasar dari semua manusia yang ada. Pasti kalian semua pernah merasakan penatnya dalam hal belajar ?, Ya kan ?
Ketahuilah semuanya, bahwa sabar adalah pilar menuju kebahagiaan seorang hamba. Dan dengan kesabaran itulah seorang hamba akan menjadi terjaga dari yang namanya kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan yang ada. Sekali lagi percaya lah !
Tapi kalau kita melaksanakan hal itu semua dengan hati yang ikhlas, sabar, dan tenang. Saya yakin kalian semua kuat dalam menjalankan hal itu semua. Sekali lagi “PERCAYALAH”. Banyak keuntungan yang bisa kalian dapati kalau hati kalian sabar, ikhlas, dan tenang dalam melakukan hal itu semua, contohnya kalian menjalankan sesuatu hal atau kegiatan yang dilakukan dengan hati yang sabar, pasti kalian akan mendapatkan ganjaran atau balasan berupa rezeki yang tidak kalian kira datangnya dari Allah 'Azza wa Jalla. 
Rezeki merupakan karunia diberikan oleh Allah Swt. yang diberikan kepada hamba – Nya yang beriman maupun yang tidak beriman. Bentuk rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. tidak harus berupa uang saja loh semuanya, melainkan bisa dalam bentuk segala sesuatu yang datang dari Allah SWT. dan bermanfaat bagi kita semua yaitu para hambanya. Misalnya nih bisa dalam bentuk kesehatan, kebahagiaan, terhindar dari musibah dan yang lain sebagainya. Rezeki pada hakikatnya dari Allah Sang Maha Pemberi Rezeki, tapi pasti diberikan melalui perantara makhluk – Nya.
Sebenarnya nih banyak lho macam – macam rezeki yang mungkin tidak kalian ketahui lho guys.
  1. Pertamarezeki yang akan datang secara langsung dari Allah Swt. Rezeki tersebut pada halnya suda bersifat permanen dan bersifat mutlak atas kehendak – Nya yang sudah tidak dapat dinegosiasi oleh siapapun juga.

  1. Kedua, rezeki karena sebab usaha. Selain dengan mengandalkan rezeki yang telah ditetapkan oleh – Nya dengan bertawakal, kita sebagai makhluk yang diberi kemampuan oleh-Nya juga dianjurkan untuk berusaha setiap hari, karena jika kita ditakdirkan oleh Allah untuk berusaha, berarti sudah pasti Allah sudah menyiapkan hal yang terbaik untuk diberikan kepada kita. Maksudnya ialah, apabila Allah menakdirkan kebajikan pada manusia ia akan berusaha taat pada - Nya. Bila sudah menakdirkan keburukan, manusia berusaha maksiat pada - Nya. Begitu juga jika Dia menakdirkan untuk menjadi orang yang sukses, maka ia takdirkan sebagai orang yang rajin dalam bekerja dan berusaha.

  1. Ketigarezeki karena sebab pernikahan. Menikah memang adalah sebuah awal dari sebuah kehidupan yang baru, karena dengan adanya pernikahan kehidupan kita secara otomatis akan berubah. Yang asalnya tidak mau memikirkan kebutuhan ekonomi, setelah menikah kita akan dituntut untuk memberikan nafkah untuk anak dan istri. Oleh karena itu, banyak orang yang memilih menikah ketika sudah mendapatkan pekerjaan tetap. Namun di balik itu semua Allah Swt. telah menyiapkan rezeki guna untuk memenuhi kebutuhan mereka yang telah menikah.
Saya ingin mencotohkan bagaimana dulu saya malas atau merasakan lelahnya dalam belajar. Saya pun menjalani proses kegiatan belajar mengajar dengan pola pikir yang seperti itu selama bertahun-tahun. Melewati beban yang bernama ‘belajar’, maksain banget untuk belajar walaupun saya tau itu maless nya setengah mati, hahaha.
Dengan cara gitu, ya emang saya bisa bertahan dengan nilai akademis yang lumayan, tapi bukan berarti saya belajar buat jadi orang yang cerdas, tapi belajar cuma karena saya males aja kalau dimarahin kalo nggak ngerjain tugas dan nilai ulangan jelek. Ya, selain itu, saya pun juga mikir kalo ‘sekolah yang bener’ itu emang udah jadi kewajiban untuk saya, dan saya pun harus bisa bertanggung-jawab sebagai seorang pelajar sama orang tua saya yang udah nyekolahin saya. Sekarang saya tanya kepada Anda, apakah Anda juga sempet punya pola pikir yang sama kayak saya waktu di masa sekolah dulu? Pasti nya punya dong pola pikir yang seperti ini.
Mungkin diantara kalian ada yang pasti mikir… “ Iya emang gua juga mikir kayak gitu sih. Tapi emang apa salahnya  ya dengan mikir seperti ini ? Belajar itu kan emang harus dipaksain gitu kan toh buat kebaikan kita sendiri dan sebagai bentuk tanggung-jawab kita kepada kedua orang tua. ” Jadi gini sih Guys, kalo diliat dari sudut pandang bahwa kita melawan rasa malas untuk belajar emang kesannya keren banget gak sih.. Tapi sebetulnya akan jauh enak ( dan mungkin juga keren ) buat Anda, kalo aja Anda juga bisa nikmatin proses belajar itu oleh diri Anda sendiri!

Dalam agama Islam anyak sekali manfaat dari ilmu ilmu yang kita pelajari, misalnya :
  1. Ilmu sebagai benteng dari syubhat dan fitnah
    Karena dengan ilmu kita dapat menjaga diri dari berbagai syubhat (kerancuan pemikiran) yang menyerang. Dengan ilmu juga kita dapat membantah argumen orang-orang yang ingin merusak agama.

  1. Ilmu adalah jalan menuju surga – nya Allah SWT. Dengan ilmu yang pelajari, kita bisa beribadah yang benar sehingga akan mengantarkan kita kepada surga nya Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

  1. Ilmu adalah sebab kebaikan di dunia dan akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي االدِّين
“Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” (Muttafaq ‘alaihi).
Jika kita bercermin pada kegiatan belajar dan pengajaran sebenarnya kita itu masih kalah jauh dengan generasi yang dimana ilmu pengetahuan itu menjadi penerang kehidupan di dunia ini. Misalnya, melihat dari aspek sejarah perkembangan kerajaan-kerajaan islam yang maju itu dan sangat berkembang pada abad ke-11 sampai ke-16 M ataupun saat pembebasan bangsa eropa yaitu Reinasance setelah abad ke-16. Saat ini memang lebih maju akibat desimenasi teknologi yang sangat cepat. Akan tetapi sangat Jet-lack dengan perkembangan pengetahuan masyarakatnya yang hanya mementingkan status daripada sebuah keniscayaan ilmu yang bermanfaat.
Status disini jika dapat diartikan luas, seperti status sosial atau hanya sebuah gelar, prestasi dan pengakuan tanpa melihat sebuah indahnya proses dalam mencapai hasil tersebut. Para ilmuan di masa lalu yaitu dalam periode agama Islam sangat menghargai sebuah proses ini, akibatnya banyak dasar dan perkembangan ilmu pengetahuan yang berakar dari intuisi mereka dan sangat rasional dengan kehidupan sehari-hari, bahkan dipakai sampai saat ini.
Proses ini adalah akhlak dalam menuntut ilmu, dalam kitabnya Ta'lim mu Ta'allim menyebutkan " tidak akan dapat seseorang itu dalam mencapai sebuah ilmu tanpa mengetahui enam perkara atau syarat".
6 syarat yang dimaksud yaitu : 
  1. Kecerdasan. Kecerdasan disini diartikan sebagai akal sehat artinya tidak gila ataupun dapat bersosial selayaknya manusia pada umumnya.
  2. Kemauan. Kemauan menjadi prasyarat kedua dalam belajar, karena sebaik apapun kecerdasan yang dimiliki jika tidak digunakan untuk mau dalam menuntut ilmu, maka akan menjadi sia-sia. 
  3. Sabar. Dalam menuntut ilmu perasaan gairah ini perlu dibangun, gairah bukan berarti tidak membosankan, tentunya ada masa dimana seseorang tersebut itu akan bosan walaupun itu adalah hobi kesukaannya.
  4. Modal. Modal disini tidak terbatas dalam artian harta benda apalagi hanya sekedar  "uang" . lebih dari itu cita-cita yang kuat adalah modal utama sesorang dalam menggapai ilmunya baik ilmu dunia ataupun ilmu akhirat.
  5. Sesuai petunjuk guru. Guru atau sumber ilmu pengetahuan bukan hanya sumber ilmu tapi guru juga mempunyai posisi yang sangat berarti bagi murid karena bagus tidaknya seorang murid juga ditentukan akhlak guru. Guru ( di Gugu dan di Tiru ) jadi akhlak seorang murid menjadikannya mulia. Untuk itu sebagai seorang murid kita yaitu saya dan kalian semua, harus selektif memilih guru sebelum berguru kepada siapapun.
  6. Lamanya waktu. Maksud dari lama nya waktu ini adalah bahwasannya contoh belajar yang baik adalah belajar 1 jam dalam 6 hari adalah lebih baik daripada belajar 6 jam dalam 1 hari, hal ini yang saya pegang pertama kali, jadi belajar sedikit tapi rutin, itulah kuncinya untuk menjadi pandai dan cerdas.
Pesan saya kali ini, jalankan saja proses belajar dan mengajar itu di manapun Anda berada, lakukan dengan hati yang sabar, ikhlas, dan tenang. Niscaya Allah akan membalas perbuatan baik Anda. Saya punya kutipan untuk kalian yang sedang bermalas – malasan, supaya kalian termotivasi dari perkataan imam besar yang satu ini. Terima kasih.
BILA KAMU TAK SANGGUP MENAHAN LELAHNYA BELAJAR, MAKA KAMU HARUS SANGGUP MENAHAN PERIHNYA KEBODOHAN.
Imam Asy-Syafi’i

Posting Komentar untuk "Sekolah Yang Melelahkan"

Iklan Bawah Artikel